OUR BLOG

What's New!

9 Tips iPhone Bermanfaat yang Wajib Kamu Ketahui

February 14, 2019
9 Tips iPhone Bermanfaat yang Wajib Kamu Ketahui Para pengguna iPhone yang berjalan di atas operasi iOS sebaiknya memerhatikan secara detail setiap fungsi dan fiturnya dengan baik dari buku manual. Namun, sayangnya tidak semua orang tahu ada beberapa tips yang bisa diterapkan agar pemakaian iPhone lebih efektif. Berikut ini adalah beberapa tips iPhone yang wajib diketahui semua penggunanya: 1. Quick Toggle AirDrop and Personal Hotspot Tersembunyi di balik tombol lama atau 3D Touch pada bagian sakelar dari Control Center, Anda akan menemukan sakelar AirDrop dan Personal Hotspot. Daripada membuka aplikasi Setting untuk menyesuaikan pengaturan khusus pada fungsi ini, lebih baik manfaatkan saja jalur pintas Control Center ini yang lebih menghemat waktu. 2. Security Code Autofill Kode keamanan adalah bagian penting yang selalu diterapkan sebelum pengguna masuk ke situs web, aplikasi, dan layanan favorit Anda. Tetapi, dengan fitur Security Code Autofill membuat urusan dengan kode – kode rahasia ini menjadi lebih mudah dan praktis. Cukup memanfaatkan keyboard QuickType iOS untuk mengirimkan kode hanya dengan satu ketukan. 3. Mode Trackpad Mode Trackpad memungkinkan pengguna untuk memindahkan kursor teks ke posisi yang tepat saat mengedit teks. Untuk jenis iPhone terbaru yang didukung 3D Touch memang sudah dilengkapi fitur ini, tetapi jika perangkat iOS lain ingin menerapkan hal serupa, cukup menekan space bar agak lama untuk menggunakan Mode Trackpad. 4. Beralih cepat antara dua aplikasi Sangat mudah untuk beralih di antara dua aplikasi menggunakan gerakan Swipe indikator Home pada perangkat iOS yang tidak memiliki tombol Beranda. Jika Anda berinteraksi dengan aplikasi sebelum menggeser indikator Home, Anda dapat beralih dengan cepat di antara dua aplikasi terakhir. 5. Pilih / batalkan pilihan banyak foto Saat memakai mode pilih di aplikasi Foto, Anda dapat menyeret jari ke beberapa foto untuk memilih atau membatalkan pilihan foto dengan cepat. 6. Tingkat keterjangkauan Jika Anda mengalami kesulitan mencapai area sisi atas ponsel yang lebih besar seperti iPhone XS Max dan iPhone XR, maka pengaturan aksesibilitas Reachability mungkin berguna. Reachability memungkinkan Anda untuk menarik konten layar ke bawah sehingga mudah dijangkau dengan ibu jari Anda. 7. Spotlight Meskipun sebagian besar pengguna iPhone menyadari fitur Spotlight ada, tetapi tidak semua pengguna menyadari berapa banyak manfaat yang dimilikinya. Spotlight dapat melakukan fungsional yang hampir tak terbatas, termasuk konversi mata uang secara real – time, aritmatika, konversi bobot, pencarian web, dan masih banyak lagi. 8. Cetak ke PDF Bahkan jika Anda tidak memiliki printer yang mendukung AirPrint, fungsionalitas cetak di iOS memungkinkan Anda untuk mencetak PDF dengan cepat menggunakan gerakan 3D Touch. 9. Kata Sandi AirDrop Perlu berbagi kata sandi dengan teman atau anggota keluarga? Cukup tekan lama pada bidang kata sandi di Setting → Kata Sandi & Akun, dan pilih opsi AirDrop untuk mengirimkannya secara nirkabel. Mana nih item favorit Anda dalam daftar tips iPhone yang bermanfaat di atas? Bagikan di kolom komentar ya.   Source : https://9to5mac.com/

25 Maret 2019, Apple Akan Mengumumkan Layanan ‘Apple News’

February 14, 2019
25 Maret 2019, Apple Akan Mengumumkan Layanan ‘Apple News’ Dikutip dari laman BuzzFeed News, Apple akan mengadakan acara musim semi pertamanya pada tanggal 25 Maret 2019 di Steve Jobs Theatre. Acara ini disebutkan akan fokus pada peluncuran fitur layanan berlangganan berita berbayar ‘Apple News’. Berbeda dengan ekspektasi banyak kalangan yang berharap Apple segera merilis AirPod generasi teranyar, mini iPad terbaru, atau wireless charger AirPower, rupanya Apple hanya akan mengumumkan layanan berita berbayar itu saja. Menurut narasumber yang terpercaya, layanan berita Apple News akan mengumpulkan semua berita dari berbagai channel media. Termasuk para pengguna yang ingin berlangganan Netflix News. Namun, agaknya acara tersebut akan mengalami sejumlah kendala dan bahkan diundur beberapa hari. Pasalnya, Apple tersandung masalah dengan beberapa mitra penerbit seperti Wall Street Journal yang memasang tarif terlalu tinggi. Baru – baru ini, sebuah laporan dari The Wall Street Journal merinci pembagian pendapatan yang dirancang Apple untuk menjual layanan berita berbayar. Laporan ini menjelaskan bahwa Apple sedang mencari solusi dengan tawaran 50/50. Tetapi, banyak penerbit yang tidak menyetujuinya. Kabarnya, layanan berita berlangganan Apple News akan menelan biaya $ 10 per bulan. Menawarkan akses bagi pengguna ke sekumpulan penerbit. Selain itu, Apple juga merencanakan untuk meluncurkan majalah berlangganan. Tetapi, rumor ini masih belum jelas apakah termasuk dalam layanan Berita atau termasuk dalam kategori penjualan yang terpisah. Lebih lanjut lagi, Apple juga merencanakan akan membuat aplikasi TV yang ditingkatkan dengan dukungan berlangganan pada layanan pihak ketiga. Sebuah berita pada awal tahun 2019, mengatakan fitur ini akan diluncurkan pada sekitar pertengahan April atau awal Mei. Berita yang masih belum dikonfirmasi pihak Apple ini terus santer terdengar akan dimunculkan pada bulan Maret atau musim semi mendatang. Tak bisa dipungkiri, gempuran persaingan bisnis di industri teknologi sangat ketat dan keras. Selain Apple, masih ada banyak pesaing lain yang siap merebut tahta kerajaan industri teknologi digital. Seperti Samsung, Google, Facebook, dan sebagainya. Bisnis iPhone yang sebelumnya digadang – gadang menjadi tiang pondasi kerajaan bisnis Apple kini sedang tak berdaya. Untuk itu, pihak Apple berusaha keras mencari sumber pundi – pundi uang baru dengan berbagai cara. Tidak hanya meluncurkan layanan berita berlangganan Apple News, konon Apple juga akan segera merilis Apple TV dan layanan berita streaming untuk melengkapi fitur yang sudah ada seperti Apple Music. Sebelumnya, tepat bulan Maret tahun lalu, Apple berfokus pada perangkat keras dan perangkat lunak iPad terbaru yang merambah dunia pendidikan. Namun, masih belum pasti apakah fokus Apple saat ini benar – benar tulus memberikan dampak besar bagi dunia pendidikan secara global atau masih terlalu sibuk mencari keuntungan bisnis semata.   Source : https://9to5mac.com/

Instagram Uji Coba ‘Direct Message’ via Web, Termasuk di iPad

February 14, 2019
Instagram Uji Coba ‘Direct Message’ via Web, Termasuk di iPad Instagram berencana memboyong fitur ‘direct message’ yang selama ini hanya bisa dipakai via smartphone ke aplikasi berbasis situs web. Diharapkan fitur ini nantinya dapat membantu menjadikan pengalaman menjelajah Instagram via situs web akan terasa lebih menyenangkan bagi para pengguna. Menurut rilis terbaru dari laman TechCrunch, Instagram telah menguji coba fitur ‘direct message’ di situs website yang mendukung untuk pengguna komputer, laptop dan seluler, termasuk iPad. Desain Instagram Direct versi situs web yang sedang diuji oleh perusahaan besutan Kevin Systrom itu, konon sangat mirip dengan pengalaman dalam aplikasi. Di bagian sudut kanan atas, pengguna dapat menemukan ikon Instagram Direct. Dari sana, pengguna cukup mengetuk dan mengakses daftar lengkap pesan untuk dibaca. Kabarnya, fitur ini pertama kali digagas oleh Jane Manchun Wong dari perusahaan Twitter. Saat ini Instagram tidak memiliki aplikasi iPad, ini berarti tidak mungkin bisa mengakses Instagram Direct di iPad tanpa menggunakan aplikasi iPhone yang diupdate. Untungnya, inovasi Instagram Direct berbasis website akan mengubahnya. Tes pengujian Instagram Direct berbasis website dikabarkan turut menggandeng beberapa partner di jejaring sosial lain. Seperti Facebook, WhatsApp, Messenger, dan Instagram sendiri. Karena itu, mereka yang memilih untuk mengandalkan Instagram Direct akan memerlukan beberapa cara agar bisa mengaksesnya di luar aplikasi Instagram resmi, seperti yang dipakai sekarang. Seperti yang dicatat TechCrunch, meningkatkan pengguna Instagram Direct juga membantu Facebook dalam hal menambah pundi – pundi keuntungan mereka. Menurut tim Facebook, Instagram Direct berbasis website dapat dijadikan alternatif SMS yang lebih lengkap daripada hanya fitur bawaan untuk membahas konten aplikasi foto dan video. Meskipun Facebook tidak memonetisasi Instagram Direct sendiri, tetapi Facebook bisa membuat para penggunanya untuk menjelajah lebih banyak iklan saat mereka sedang menunggu balasan pesannya. Masih belum jelas, kapan tepatnya Instagram Direct versi webiste akan diluncurkan. Tetapi, tampaknya akan segera dirilis dalam waktu dekat. Apakah Anda termasuk yang menantikan kehadiran Instagram Direct berbasis website?   Source : https://9to5mac.com/

Penjualan Meningkat 61%, Apple Masih Dominasi Industri Jam Tangan Pintar 2019

February 13, 2019
Penjualan Meningkat 61%, Apple Masih Dominasi Industri Jam Tangan Pintar 2019 Seiring dengan meningkatnya penjualan produk Wearable Apple, data terbaru dari The NPD Group menunjukkan bagaimana kesuksesan Apple telah memengaruhi industri jam tangan pintar pada 2019. Menurut data, penjualan unit untuk jam tangan pintar telah naik 61 persen selama periode 12 bulan yang berakhir pada bulan November 2018 lalu.Tak hanya itu, pertumbuhan sebesar 61 persen untuk penjualan unit turut mendongkrak penjualan dolar jam tangan pintar sebesar 51 persen menjadi setara dengan $5 milyar. Menurut NPD, tiga merek ternama yang masih digemari masyarakat adalah Apple, Samsung, dan Fitbit. Ketiganya menyumbang 88 persen dari penjualan unit selama periode ini. Sementara, Apple merajai pasar jam tangan pintar selama beberapa tahun terakhir. Peningkatan produk Wearable Apple juga tidak bisa lepas dari kebiasaan sekitar 16 persen orang dewasa di Amerika Serikat yang kini lebih memilih jam tangan pintar untuk berkomunikasi dan kemudahan beraktivitas. Prosentase itu bahkan naik sebesar 12% selama Desember 2017. Dari sekitar orang dewasa usia antara 18 – 34 tahun, sebanyak 23% menggunakan jam tangan pintar untuk beraktivitas sehari – hari. Ke depannya, NPD mengharapkan adanya fitur kesehatan terbaru untuk meningkatkan popularitas jam tangan pintar di kalangan generasi lanjut usia. NPD mencatat peningkatan minat dalam hal – hal seperti otomatisasi rumah telah mendorong pertumbuhan smartwatch alias jam tangan pintar. Hal tersebut bukan tanpa alasan, tampaknya perangkat yang terus berfokus pada peningkatan kesehatan penggunanya seperti Apple Watch Series 4, terus memegang kendali selama beberapa tahun terakhir. NPD berharap akan terus ada inovasi dari perangkat – perangkat terbaru lain yang merangkul kalangan lansia atau orang tua dalam aplikasi kesehatan berbasis jam tangan pintar. Selain pelacakan kesehatan dan kebugaran melalui jam tangan pintar, perangkat ini juga diklaim dapat dimanfaatkan untuk mengontrol dan mengawasi perangkat di rumah. Misalnya, seperti smartwatch Apple yang dipakai untuk mengawasi keamanan di rumah para pengguna sebesar 15%. Selama Quarter awal 2019, Apple telah mengumumkan bahwa pendapatan segmen Wearable Productnya telah tumbuh sebesar 50%. Produk – produk itu termasuk Watch dan AirPods. Penghasilan penjualan produk Wearables mendekati ukuran perusahaan Fortune 200, menurut CEO Apple, Tim Cook. “Kami memiliki kuartal terbaik untuk Wearables, Home, dan Accessories, dengan pertumbuhan total 33 persen dan pertumbuhan hampir 50 persen dari produk Wearables, berkat penjualan yang kuat dari Apple Watch dan AirPods.” Pungkasnya.   Source : https://9to5mac.com/

Hore! Case Wireless AirPods Segera Dirilis

February 13, 2019
Hore! Case Wireless AirPods Segera Dirilis Menurut kabar dari narasumber yang dapat diandalkan, case nirkabel AirPods akan segera dirilis. Tetapi, “AirPods 2” yang baru mungkin akan diluncurkan pada akhir tahun 2019. Kendati, kabar ini belum dikonfirmasi oleh Apple, tetapi dari beberapa sumber yang terpercaya, kabar produk terbaru Apple telah bocor ke media beberapa bulan sebelum tanggal rilis resminya. Dari beberapa media, bahkan telah beredar secara akurat informasi mengenai gambar desain ulang iPad Pro 2018. Selain itu, ada rumor mengenai iPhone 2019 yang akan memiliki tiga kamera di sisi belakang. Lebih lanjut lagi, case isi ulang nirkabel untuk AirPods akan segera diluncurkan tetapi masih terkendala dengan peluncuran AirPods 2 hingga beberapa bulan mendatang. Ini berarti case pengisian daya nirkabel tidak akan dikirimkan dalam satu kotak dengan AirPods generasi pertama selama beberapa bulan ke depan Meskipun banyak kalangan yang mengaku kecewa, tetapi sebenarnya berita tentang pengiriman case pengisian wireless sebagai aksesori tambahan untuk AirPods telah diumumkan sejak September 2017. Pada event yang sama, Apple pertama kali mengumumkan tentang perilisan AirPower. Namun, seiring berjalannya waktu, banyak orang yang beranggapan bahwa Apple sengaja menahan peluncuran case agar bisa fokus pada promosi AirPod generasi kedua. Sementara itu, mengenai rumor AirPods 2, sejumlah media menggambarkan generasi kedua AirPOds ini sebagai merek terbaru Apple yang akan dilempar ke pasaran dengan berbagai pilihan warna. Kemungkinan pada beberapa bulan ke depan atau tepatnya musim gugur. Sekadar info, AirPods pertama kali diluncurkan pada acara iPhone 7 pada September 2016. Namun, baru mulai dijual ke konsumen pada pertengahan Desember 2016. Dari kabar yang beredar, AirPods 2 dibekali material grip coating yang membuat pengguna lebih nyaman saat menggenggam atau menempelkannya di telinga. Tak hanya itu, AirPods 2 rumornya juga hadir dalam balutan warna baru, yakni nuansa hitam yang elegan. Memang secara fitur dan desain, tidak ada perbedaan yang signifikan dengan generasi pertama yang dirilis. Tetapi, dari rumor yang terdengar konsumen yang ingin memboyong AirPods 2 pulang harus merogoh kocek sekitar $199.   Source : https://9to5mac.com/

APPLE SEGERA RILIS KOLEKSI AUDIO 2019

November 7, 2018
APPLE SEGERA RILIS KOLEKSI AUDIO 2019 Kabarnya, Apple akan merilis sejumlah koleksi audio terbaru di tahun 2019 mendatang. Dilansir dari Bloomberg (25/6), beberapa produk dalam kategori audio ini adalah AirPods generasi ketiga, headphone terbaru, dan HomePod generasi kedua. AirPods Generasi Ketiga              Terobosan Apple yang paling menarik adalah fitur baru dari koleksi AirPods generasi ketiga, yaitu Noise Cancellation, Water Ressistant, dan pengatur jarak pengunaannya dari perangkat iPhone ataupun iPad. Apple Insider  turut mengungkapkan adanya inovasi teknologi sensor biometrik yang sedang dikerjakan untuk koleksi AirPods 2019 tersebut. Teknologi ini akan digunakan untuk membuat AirPods menjadi perangkat untuk mencatat kesehatan si penggun sebagai alternatif dari fitur kesehatan di Apple Watch. Sebagai kompensasi banyaknya fitur baru yang ditawarkan dalam koleksi AirPods 2019, Apple pun memberikan harga yang lebih mahal. Harga tersebut juga akan digunakan Apple untuk membentuk segmentasi pengguna dan produk audio sejenis di kelasnya. Headphone Masa Depan              Selain AirPods, Apple juga dikabarkan akan merilis perangkat audio headphone di tahun 2019. Headphone ini akan bersaing dengan produk sejenis dari merek seperti Bose, Sennheiser, dan Beats. Rencana awal Apple untuk merilis koleksi headphone ini di tahun 2018 terpaksa ditunda karena terdapat kendala di bagian produksi. Koleksi inilah yang kelak dirilis Apple di tahun depan. Sayangnya, tidak ada info khusus tentang inovasi fitur baru yang akan dihadirkan untuk koleksi ini selain teknologi Noise Cancellation yang biasa digunakan untuk produk headphone nirkabel kelas premium. HomePod Generasi Kedua              Koleksi audio ketiga yang akan dirilis Apple di tahun 2019 adalah HomePod. Meski jenis ini tidak terekspos luas seperti halnya produk-produk audio lain, tetapi HomePod Apple selalu diburu para penggunanya. Catatan terakhir yang diberikan untuk produk ini adalah fitur Smart Speaker yang selama ini dikerjakan oleh Inventec, versi terbarunya akan dikerjakan oleh produsen lain. Diyakini, Apple akan beralih haluan ke Foxconn untuk produk HomePod generasi kedua. Jadi, kita tunggu saja koleksi audio Apple ini di tahun depan!

HARGA MACBOOK PRO 2019

November 7, 2018
HARGA MACBOOK PRO 2019 Meski Apple baru  merilis MacBook Pro 2018 pada Juli 2018 lalu, tetapi tak ada salahnya mencari tahu estimasi harga yang akan dirilis untuk model Macbook Pro 2019 di tahun mendatang, seperti dilansir TechRadar (4/10). Faktanya, Apple belum meningkatkan versi non-Touch Bar untuk MacBook Pro di tahun 2018. Sementara, para penggunanya harus membayar lebih mahal untuk teknologi yang belum disempurnakan tersebut. Hal terburuk dari model MacBook Pro 2018—kenyataan bahwa pengguna perlu membayar ribuan dollar untuk mendapatkan kapasitas RAM tertinggi (pilihan RAM 32 GB hanya tersedia untuk model 15 inci) dan SSD kombo terbesar.  Pengguna menjadi terjebak dengan jumlah kapasitas RAM dan fitur Touch Bar yang bahkan belum kompatibel secara universal. Tentu bagi pengguna dari profesi fotografer dan pembuat film yang membutuhkan layar lebih besar, model MacBook Pro non-Touch Bar bukan pilihan yang layak. Bagaimana dengan model layar 13 inci? Jika dicermati, mayoritas bagiannya disolder. Begitu pula halnya dengan pengguna yang harus berinvestasi di docking station, port yang tersedia hanyalah port USB-C, Thunderbolt 3, dan jack headphone. Tentu saja akan sulit untuk memprediksi hal-hal tersebut terjadi pada model MacBook Pro 2019 mendatang. Namun, pengguna mungkin akan melihat lebih banyak kesamaan harga untuk model MacBook Pro 2019. Saat ini, untuk model MacBook Pro 13 inci dengan konfigurasi Touch Bar menawarkan pilihan kapasitas RAM 8 GB, SSD 256 GB, dan empat Thunderbolt 3 port. Ini berarti pengguna kembali membayar sekitar AS $ 1.799 (Rp 25,9 juta) untuk spesifikasi dasar dengan tipe prosesor Core i5 2,3 GHz, RAM 8 GB, dan SSD 256 GB. Sementara, harga model Macbook Pro 15 inci sekitar AS $ 2.399 (Rp 34,5 juta) untuk spesifikasi dasar dengan tipe prosesor Core i7 2,2 GHz, RAM 16 GB, GPU Radeon Pro 555X, dan SSD 356 GB. Jika mengacu pada harga model dengan spesifikasi maksimal untuk MacBook Pro 15 inci baru dengan tipe prosesor Core i9 2,9 GHz, RAM 32 GB, GPU Radeon Pro 560X, dan SSD 4 TB, maka harganya bisa mencapai AS $ 6.699 (Rp 100 juta). Pada dasarnya, Anda akan membayar 300 dollar lebih banyak untuk model Touch Bar, Touch ID, dan dua port Thunderbolt dengan tiga tambahan. Analisis inilah yang dapat digunakan untuk memprediksi harga MacBook Pro 2019 mengingat Apple tetap memberlakukan harga awal yang tidak berubah di tahun ini sehingga diharapkan harga yang berlaku untuk MacBook Pro 2019 akan relatif sama.

DESAIN BARU iPad PRO 2018

November 7, 2018
DESAIN BARU iPAD PRO 2018 Apple telah resmi merilis seri terbaru iPad Pro 2018. Pada 7 November 2018, ketiga varian layar tablet premium tersebut—11 inci, 12,9 inci, dan 10,5 inci mulai dipasarkan di seluruh dunia, seperti dimuat dalam platform resmi Apple. Desain baru iPad Pro 2018 hadir dengan bezel layar yang lebih ramping dibandingkan seri sebelumnya. Berikut ulasan salah satu varian layarnya, seri iPad Pro 11, seperti dilansir Techradar (5/11). Seri iPad Pro 11 merupakan salah satu seri tablet terbaik yang pernah diciptakan Apple. Namun, keunggulan fiturnya yang luar biasa hanya dapat dirasakan oleh mereka yang mengerti cara menggunakannya. Seri ini didesain untuk para penyuka kekuatan, ketepatan, dan kualitas keseluruhan. Keunggulan Desain Baru Terobosan Apple kali ini menawarkan desain yang istimewa dengan bentuk lebih kecil, layar lebih besar, daya baterai lebih lama, dan Apple Pencil yang tidak mudah terkelupas. Apple telah menyebut seri terbaru ini sebagai model yang ingin diciptakan sejak awal. Desain baru iPad Pro 2018 ini dihadirkan dalam beragam konfigurasi. Untuk memulai, pengguna bisa mengaksesnya cukup dengan koneksi Wi-Fi ataupun dengan koneksi seluler yang memungkinkan untuk mengakses data 4G saat bepergian. Seri ini juga menawarkan beragam pilihan kapasitas penyimpanan untuk koneksi Wi-Fi, mulai dari 64 GB, 256 GB, 512 GB, hingga 1 TB. Layar Baru Hal pertama yang akan menarik perhatian siapa pun yang memilih iPad Pro 11 adalah layar baru. Layar ini membentang lebih dekat ke tepi perangkat dengan bezel yang dibuat lebih tipis. Layar berukuran 11 inci di seri ini telah ditingkatkan menjadi layar Liquid Retina—fitur yang pertama kali dilihat pada iPhone XR ketika diluncurkan baru-baru ini. Paduan teknologi TrueTone Apple dan Refresh Rate 120 Hz turut menambahkan suatu keunggulan pada kualitas pengalaman, sementara konten HDR-nya sarat detail. Efek keseluruhan layar yang lebih besar dapat mengesankan jika iPad Pro 11 ini dibandingkan secara berdampingan dengan seri-seri sebelumnya.  Peningkatan Desain Sisi-sisi iPad Pro 11 ini lebih mirip dengan iPhone 4 ataupun iPhone SE. Hal inilah yang membuat seri ini menawarkan pengalaman berselancar dengan tablet yang agak berbeda. Kualitas desain secara keseluruhan tentu merupakan langkah maju bagi Apple, meskipun tidak dilengkapi dengan kaca di bagian belakang. Kaca belakang akan memungkinkan untuk pengisian nirkabel, meskipun hal itu tidak mungkin didukung dalam perangkat tablet. Apa pun preferensi Anda, perhatikanlah hal-hal yang telah diulas di atas sebelum membeli iPad Pro 11.

GENERASI iPHONE 2019: KAMERA TIGA LENSA

November 7, 2018
GENERASI iPHONE 2019: KAMERA TIGA LENSA Kabar baik bagi iPhone-lovers! Pada 2019 mendatang, Apple akan merilis iPhone dalam berbagai varian ukuran dan harga untuk para penggunanya di seluruh dunia. Apple pun menghadirkan teknologi kamera mutakhir, yaitu kamera tiga lensa, seperti dilansir The Verge (4/11). Generasi iPhone 2019 diprediksi merupakan perangkat lanjutan dari iPhone XS (5,8 inci), iPhone XS Max (6,5 inci), dan iPhone XR (6,1 inci) yang telah dirilis di tahun ini, seperti dimuat dalam platform resmi Apple. Kedua perangkat tipe XS memiliki label harga yang lebih tinggi dibandingkan tipe XR. Meski iPhone masa depan belum disebutkan dalam platform resmi Apple, tetapi sejumlah analis ternama telah meriset tipe-tipe iPhone yang kelak dirilis. Sebut saja, tipe iPhone OLED (5,8 inci dan 6,5 inci) bersama dengan iPhone LCD (6,1 inci) yang keduanya memiliki fitur kamera mutakhir di kelasnya. Nama iPhone XI atau iPhone 11 disebut-sebut sebagai penerus iPhone XS yang akan menjadi ikon iPhone 2019. Semua iPhone 2019 akan mengadopsi teknologi lanjut chip A13. Perangkat chip ini diklaim dapat meningkatkan kinerja dan efisiensi iPhone. Kamera Belakang Sejumlah riset yang dilakukan Apple diprediksi mengarah pada penggunaan perangkat kamera mutakhir iPhone 2019, yaitu pengaturan kamera tiga lensa, salah satunya dengan lensa yang didesain menghadap ke belakang. Sistem ini meningkatkan kualitas gambar yang ditangkap dengan teknologi pengindraan kedalaman 3D. Kamera belakang ini diklaim menawarkan pengindraan lebih canggih dibandingkan kamera depan. Kamera Depan Sistem kamera TrueDepth didesain menghadap ke depan melalui perangkat time-of-flight (ToF). Perangkat ini memanfaatkan laser untuk mengukur cahaya antara kamera dan subjek guna menghitung metrik jarak dan kedalaman, sedangkan sistem kamera TrueDepth memanfaatkan proyeksi titik. Meski detail jarak dan kedalaman yang ditawarkan oleh ToF tak cukup untuk menciptakan pengalaman iPhone yang revolusioner, tetapi Apple akan tetap unggul dengan terobosan kinerja cahaya rendah yang lebih baik dan kemampuan zoom optik tiga kali lipat untuk pertama kalinya.  Kamera ID Wajah Kabarnya, Apple pun akan membuat perubahan besar pada sistem kamera TrueDepth yang menghadap ke depan sehingga memungkinkan kamera menangkap identitas (ID) wajah dengan fitur terbarunya—Face ID Camera. Generasi iPhone 2019 ini akan menampilkan illuminator baru yang akan meningkatkan daya visual ID wajah dengan menurunkan ketajaman cahaya di sekitarnya. Ini akan memperkenalkan fitur kolaborasi kamera depan dan sensor Face ID Camera. Tunggu saja debut iPhone 2019 ini pada September 2019, sejalan jadwal peluncuran iPhone setiap tahun!

FITUR ADD FUNDS APPLE

November 7, 2018
FITUR ADD FUNDS APPLE Apple secara resmi telah merilis fitur barunya, yaitu Add Funds (Tambah Dana) pada Maret 2018, seperti dimuat dalam platform resminya, guna menambahkan saldo di App Store. Apa itu Add Funds? Add Funds adalah fitur resmi Apple yang dipakai untuk menambahkan dana atau jumlah saldo belanja pengguna di akun Apple ID masing-masing yang sudah menggunakan sistem pembayaran dengan kartu kredit ataupun debit. Biasanya, cara ini dipakai sebagai penganggaran belanja yang bisa dilakukan dengan mudah. Selama masih ada saldo yang tersedia, layanan App Store dan iTunes akan mengambil saldo ini untuk kegiatan belanja yang dilakukan pengguna, mulai dari membeli konten, berlangganan musik, ataupun membeli film dan buku. Jika saldo pengguna tidak cukup atau kosong, maka Apple akan mengirimkan tagihan dengan pembayaran kartu kredit. Fitur Add Funds dapat ditemukan melalui App Store pada perangkat yang menggunakan iOS 11. Jumlah saldo yang dikehendaki pengguna dapat dibeli langsung dari iTunes Store, App Store, iBooks Store, atau Apple Music melalui fitur Add Funds. Cara Menggunakan Add Funds Ingin tahu cara menggunakan fitur Add Funds di App Store iOS 11?  Berikut 6  langkah mudahnya yang bisa diikuti! Update perangkat iPhone, iPad, atau iPod Touch ke versi iOS 11 terbaru. Pastikan akun Apple ID sudah memiliki sistem pembayaran yang didukung oleh Apple, yaitu kartu kredit atau kartu debit online. Masuk ke App Store, lalu akses tab Today dan tekan ikon Profile di pojok kanan atas. Pilih fitur Adds Funds atau Tambah Dana. Pilih nominal saldo yang akan kamu tambahkan, mulai dari Rp 25 ribu hingga Rp 3 juta. Lakukan otentifikasi belanja dengan Touch ID atau Face ID. Setelah itu, saldo akan bertambah secara otomatis di akun pengguna. Keamanan Add Funds Add Funds adalah fitur resmi dari Apple. Jadi, pengguna tak perlu mengkhawatirkan keamanannya karena Apple telah menjamin 100% keamanan setiap akun penggunanya dengan penggunaan data kartu kredit milik sendiri. Harga Add Funds Add Funds dapat dibeli para pengguna dengan nominal yang lebih terjangkau karena harganya lebih murah dibandingkan harga voucher kode Reedem iTunes. Selain itu, masing-masing pengguna dapat mengatur sendiri nominal pembeliannya. Fitur ini mendukung nominal belanja, mulai dari Rp 25 ribu, Rp 500 ribu, Rp 1 juta, hingga Rp 3 juta. Beli Dimana Add Funds? Add Funds dapat dibeli manogiftcard.com –> Cek disini  

iPhone X Versi Jumbo Akan Dirilis Tahun 2018

December 18, 2017
iPhone X Versi Jumbo Akan Dirilis Tahun 2018 iPhone X Versi Jumbo Akan Dirilis Tahun 2018-Banyak prediksi tentang produk-produk terbaru dari Apple, tidak ketinggalan iPhone yang sering menjadi tema utama di internet. Dan kini, dikabarkan bahwa iPhone X akan hadir dengan dengan varian baru pada tahun depan. Para analis dari perusahaan Nomura Finance melakukan prediksi bahwa Apple akan segera merilis tiga varian baru iPhone di tahun 2018 mendatang. Dan salah satunya termasuk iPhone X new generation, namun dengan ukuran layar yang lebih besar dari iPhone X saat ini. Dikabarkan Apple akan segera merilis dua buah iPhone yang mengusung layar OLED sedangkan yang satu lagi menggunakan LCD. iPhone X adalah smartphone pertama Apple yang mengusung teknologi OLED. Salah satu iPhone OLED yang akan dirilis pada tahun depan, akan memiliki ukuran layar 5,8 inci seperti iPhone X. Varian iPhone OLED yang lain akan hadir dengan ukuran layar yang lebih besar yaitu 6,5 inci. Analis juga memperkirakan bahwa sistem pada kamera True Depth akan memiliki desain seperti tahun ini dan berfungsi untuk pengenalan wajah. Kemungkinan lain Apple juga akan mempublikasikan pilihan memori internal baru 512GB. Para analis memiliki pendapat tentang spesifikasi iPhone OLED yang akan dirilis tahun depan. Kemungkinan besar spesifikasi iPhone tersebut akan memiliki kesamaan dengan iPhone X saat ini. Yang membedakan adalah hanya ukuran layar serta dukungan Dual SIM untuk iPhone 6,5 inci. Diperkirakan ketiga iPhone terbaru tersebut akan memiliki bentuk bodi seperti iPhone X, dan yang membedakan hanya pada jenis layar yang digunakan. Para analis juga yakin bahwa dengan iPhone harga murah akan memiliki kamera pengenalan wajah dan dapat terhitung sebagai kelas menengah dengan harga jual mulai dari US$ 650 hingga US$ 900. iPhone murah ini juga dikabarkan hanya mengusung satu kamera belakang. Mitra Apple, Foxconn, yang saat ini menjadi satu-satunya perakit untuk iPhone X akan menangani proses manufaktur iPhone yang lebih mahal. Informasi ini berasal dari beberapa sumber dari rantai pemasok. Tetapi, Nomura menegaskan bahwa kemungkinan terdapat beberapa perubahan karena spesifikasi serta pemasok untuk iPhone varian terbaru diperkirakan dapat selesai pada akhir kuartal I atau awal kuartal II tahun 2018. Apabila prediksi yang mereka lakukan akurat, maka perusahaan-perusahaan yang nanti akan menjadi partner Apple untuk iPhone terbarunya di antaranya adalah ASE, Wistron, Merry, Largan, Casetek, dan ZDT.

Apple Akan Mengakuisisi Aplikasi Shazam

December 18, 2017
Apple Akan Mengakuisisi Aplikasi Shazam Apple Akan Mengakuisisi Aplikasi Shazam-Bagi Anda yang sangat suka mendengarkan musik atau bahkan mencari judul musik menggunakan aplikasi, sudah pasti mengetahui aplikasi bernama Shazam. Shazam dapat disebut menjadi salah satu aplikasi pertama yang memiliki teknologi pengenalan lagu yang digunakan banyak orang di dunia. Saat ini, Apple dikabarkan sedang mengincar Shazam untuk diakuisisi. Informasi tersebut masih belum dapat diyakinkan benar atau tidak, karena dari pihak Apple sendiri dan Shazam pun masih belum mempublish informasi tersebut secara resmi. Tetapi sebenarnya, Apple telah lebih dahulu melakukan integrasi Shazam ke dalam Siri. Kemungkinan dengan fitur tersebut para pengguna iOS meminta Siri untuk mengenali lagu yang sedang diputar oleh Shazam. Sumber Ubergizmo pada Minggu (10/12/2017) mengutarakan nilai akuisisi tersebut diperkirakan dapat mencapai US$ 400 juta. Dikabarkan proses akuisisi tersebut akan berjalan pada awal minggu depan. Kemungkinan dengan diakuisisinya Shazam oleh Apple, Apple akan memiliki smartphone terbaru yang dapat mengenali lagu yang tengah diputar saat menggunakan fitur ‘always-listening’, yang merupakan cara yang sama dilakukan Google pada Pixel 2. Pada masa awal peluncuran, Shazam sendiri termasuk salah satu aplikasi terpopuler. Ia adalah satu-satunya aplikasi yang dapat mengenali musik dan pada saat itu juga dapat memberitahukan judul lagu tersebut secara langsung. Kini Shazam sudah menjadi lebih pintar karena selain mampu mengenali musik dan judul lagunya, Shazam juga mampu mengenali serial televisi. Sebenarnya pengintegrasian Shazam yang dilakukan pada Siri telah dimulai sejak tahun 2014 lalu. Bersamaan dengan digulirkannya iOS 8 pada saat itu, Apple melakukan integrasi tersebut. Hanya dengan memberikan perintah suara “what song is this?”, kemudian dengan cepat Siri akan meminta sedikit waktu untuk mendengarkan lagu yang dimaksud tersebut. Dan tidak lama kemudian, asisten virtual tersebut akan mengetahui dan memberi tahu judul lagu beserta penyanyinya. Asisten virtual tersebut mampu menyusun playlist bagi penggunanya pada saat ini. Kemampuan yang dimiliki Siri hadir di iOS 11 sebagai DJ. Apple memberikan kemampuan Siri dengan kecerdasan buatan agar mampu memutar musik yang diminta sang pengguna. Apple mengatakan beberapa waktu lalu bahwa Siri di iOS 11 akan mampu memutar musik favoritmu, dan dapat menyusun playlist yang kamu inginkan. Menariknya lagi, kamu dapat memintanya memutar musik sesuai mood, aktivitas, dan juga genre.